Tenda merupakan tempat berlindung pada saat berada di alam bebas terutama untuk mendaki gunung. Tenda bukan barang yang asing di kalangan pendaki. Dari sekian banyak tenda yang beredar di pasaran, ternyata tenda memiliki beberapa jenis menurut desain dan kontruksinya. Apa saja itu? Mari simak penjelasan di bawah ini.
Tenda dome merupakan tenda yang banyak beredar di pasaran saat ini. Tenda dome sendiri bentuknya seperti kubah/setengah bola. Tenda jenis ini cocok dengan iklim di Indonesia yang memiliki iklim tropis, karena tenda ini bisa digunakan sepanjang tahun (asal double layer lho ya). Konstruksi dari tenda jenis ini terdiri dari 2-3 frame dimana frame tersebut akan saling bersilangan. Umumnya tenda dome ini freestanding atau bisa berdiri tanpa bantuan pasak.
Tenda dome sendiri bisa digunakan untuk mendaki gunung maupun camping. Tenda dome yang diperuntukkan untuk mendaki gunung mempunyai tinggi yang lebih rendah daripada tenda dome yang diperuntukkan untuk camping. Mengapa lebih rendah? Karena untuk mendapatkan stabilitas terhadap angin pada saat berada di ketinggian.
Tenda semi geodesic merupakan bentuk ringkas dari tenda geodesic. Tenda jenis ini memliki konstruksi yang lebih kuat dan kokoh dari tenda dome, namun masih kalah jika dibandingkan dengan tenda geodesic.
Tenda Geodesic merupakan pengembangan dari tenda 3 frame (semi geodesic). Tenda ini terdiri dari 4 frame dimana 2 frame diletakkan saling berhimpitan dan 2 frame lagi diletakkan menghimpit secara diagonal. Secara konstruksi tenda geodesic jelas lebih kokoh dan kuat jika dibandingkan dengan tenda dome dan semi geodesic. Sama halnya dengan tenda dome, tenda ini juga bersifat freestanding dimana tenda dapat berdiri tanpa bantuan pasak.
Tenda tunnel memiliki bentuk seperti Lorong/terowongan. Tenda ini terdiri dari 3-4 frame dimana frame-frame tersebut tidak saling berhimpitan maupun bersilangan. Tenda jenis ini bersifat non freestanding dimana tenda membutuhkan bantuan pasak dan tali pengencang untuk bisa berdiri. Pada umumnya ruang di dalam tenda jenis ini lebih luas daripada jenis tenda lain.
Sebelum ditemukannya rangka tenda yang fleksibel seperti sekarang ini yang banyak digunakan, kebanyakan tenda berbentuk ridge atau frame “A”. Tenda tipe ini terdapat 2 tiang yang memiliki tinggi yang sama pada kedua ujungnya. Tenda ini bersifat non freestanding dimana tenda memerlukan bantuan pasak dan tali pengencang untuk dapat berdiri. Jika pernah ikut pramuka pasti kalian akan familiar dengan tenda ini.
Jenis tenda menurut bentuk desain dan konstruksinya:
1. Tenda Dome
Tenda dome merupakan tenda yang banyak beredar di pasaran saat ini. Tenda dome sendiri bentuknya seperti kubah/setengah bola. Tenda jenis ini cocok dengan iklim di Indonesia yang memiliki iklim tropis, karena tenda ini bisa digunakan sepanjang tahun (asal double layer lho ya). Konstruksi dari tenda jenis ini terdiri dari 2-3 frame dimana frame tersebut akan saling bersilangan. Umumnya tenda dome ini freestanding atau bisa berdiri tanpa bantuan pasak.
![]() |
Tenda dome |
Tenda dome sendiri bisa digunakan untuk mendaki gunung maupun camping. Tenda dome yang diperuntukkan untuk mendaki gunung mempunyai tinggi yang lebih rendah daripada tenda dome yang diperuntukkan untuk camping. Mengapa lebih rendah? Karena untuk mendapatkan stabilitas terhadap angin pada saat berada di ketinggian.
Contoh tenda dome: Consina Summertime, Rei M27, GO java, Consina Magnum, dan masih banyak lagi
2. Tenda Semi Geodesic
Tenda semi geodesic merupakan bentuk ringkas dari tenda geodesic. Tenda jenis ini memliki konstruksi yang lebih kuat dan kokoh dari tenda dome, namun masih kalah jika dibandingkan dengan tenda geodesic.
![]() |
Tenda semi geodesic |
3. Tenda Geodesic
Tenda Geodesic merupakan pengembangan dari tenda 3 frame (semi geodesic). Tenda ini terdiri dari 4 frame dimana 2 frame diletakkan saling berhimpitan dan 2 frame lagi diletakkan menghimpit secara diagonal. Secara konstruksi tenda geodesic jelas lebih kokoh dan kuat jika dibandingkan dengan tenda dome dan semi geodesic. Sama halnya dengan tenda dome, tenda ini juga bersifat freestanding dimana tenda dapat berdiri tanpa bantuan pasak.
![]() |
Tenda geodesic |
4. Tenda Tunnel
Tenda tunnel memiliki bentuk seperti Lorong/terowongan. Tenda ini terdiri dari 3-4 frame dimana frame-frame tersebut tidak saling berhimpitan maupun bersilangan. Tenda jenis ini bersifat non freestanding dimana tenda membutuhkan bantuan pasak dan tali pengencang untuk bisa berdiri. Pada umumnya ruang di dalam tenda jenis ini lebih luas daripada jenis tenda lain.
![]() |
Tenda tunnel Sumber: bukalapak.com |
5. Tenda Ridge
Sebelum ditemukannya rangka tenda yang fleksibel seperti sekarang ini yang banyak digunakan, kebanyakan tenda berbentuk ridge atau frame “A”. Tenda tipe ini terdapat 2 tiang yang memiliki tinggi yang sama pada kedua ujungnya. Tenda ini bersifat non freestanding dimana tenda memerlukan bantuan pasak dan tali pengencang untuk dapat berdiri. Jika pernah ikut pramuka pasti kalian akan familiar dengan tenda ini.
![]() |
Tenda ridge |
EmoticonEmoticon